Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 30 September 2026

Bacaan Liturgis – PW Santo Hieronimus, Rabu, 30 September 2026

  • Bacaan Pertama: Kitab Ayub 9:1-12.14-16

  • Mazmur Tanggapan: Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 9:57-62

Ikut Mewartakan Kerajaan Allah

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, memasuki hari terakhir dalam Bulan Kitab Suci Nasional sekaligus peringatan Santo Hieronimus, imam dan Pujangga Gereja, kita diajak untuk membaca perikop Injil tentang mengikut Yesus. Silakan Anda membaca perikop Injil hari ini. Setelah membacanya, silakan hening sejenak. Selanjutnya, silakan merasakannya dalam keheningan hati.

Saya merasakannya bahwa mengikut Yesus itu anugerah. Mengikut Yesus itu berkah. Mengikut Yesus itu memiliki dinamika atau seni yang indah. Mengikut Yesus itu prospeknya cerah. Mengikut Yesus itu jalannya terarah (sebab Ia adalah jalan, Yoh 14:6), dan tertuju kepada Kerajaan Allah.

Orang pertama berkata kepada Yesus yang sedang dalam perjalanan ke arah Yerusalem bersama para murid-Nya, β€œAku akan mengikuti Engkau, ke mana pun Engkau pergi” (Luk 9:57). Orang ini berkomitmen untuk mengikuti Yesus tanpa membuat persyaratan apa pun. Hebat, bukan? Bagaimana tanggapan Yesus atas inisiatif baiknya? β€œSerigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang,” kata Yesus.

Serigala dan burung ditunjukkan oleh Yesus sebagai hewan yang mempunyai tempat berlindung yang memberikan rasa aman dan nyaman. β€œTetapi,” lanjut Yesus, β€œAnak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (ay. 58). Maksudnya jelas, bahwa Anak Manusia, yakni Diri-Nya sendiri, adalah manusia tanpa jaminan hidup sebagaimana biasanya dibutuhkan orang.

Maka, para saudara, orang yang berkomitmen untuk mengikuti Yesus mesti sadar, maukah ia hidup senasib dengan Diri-Nya. Yesus mau mengatakan bahwa seorang yang mau mengikut Dia harus berani menyerahkan diri dan memercayakan hidup dan masa depannya kepada Yesus sepenuhnya dan benar-benar ikut berjalan ke mana saja Yesus pergi.

Orang kedua mendapat perintah dari Yesus, β€œIkutilah Aku” (ay. 59a). Yesuslah yang berinisiatif dan menghendaki agar orang itu mengikuti-Nya. Hal ini pernah Yesus katakan dalam Injil Yohanes, β€œBukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yoh 15:16). Lantas bagaimana jawaban orang itu? β€œIzinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku,” katanya (ay. 59b). Ia mau saja mengikuti Yesus yang memberi perintah agar mengikuti-Nya, namun ia minta izin dahulu. Artinya, jangan sekaranglah kalau mau mengikuti Engkau, karena ada hal yang lebih urgen, menguburkan ayahku. Orang ini berada dalam posisi tidak bebas untuk mengikut Yesus; ia terikat cinta kepada ayahnya.

Tentang hal ini kita pernah mendengar kata-kata Yesus, β€œBarangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:37). Berdasarkan teks pembanding ini, tampak bahwa orang kedua tersebut memiliki cinta lebih besar dan lebih kuat kepada bapanya daripada kepada Yesus. Ia tidak mau lebih terikat kepada Yesus yang menjamin keselamatannya.

Mendengar tanggapan orang itu, Yesus berkata, β€œBiarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah, dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana” (ay. 60). Orang ini benar-benar dikehendaki oleh Yesus, sampai Yesus menyebutkan tugas mendesak yang harus dilakukannya: Mewartakan Kerajaan Allah.

Bagi Yesus, mewartakan Kerajaan Allah adalah tugas utama seorang pengikut Yesus, tugas yang melebihi tugas luhur menguburkan anggota keluarga yang meninggal. Mewartakan Kerajaan Allah adalah tugas pertama seorang murid dan utusan Yesus, sebagaimana Yesus sendiri pertama-tama datang untuk mewartakan Kerajaan Allah.

Seperti dalam imbauan Apostolik Evangelii Nuntiandi (Mewartakan Injil), Santo Paus Paulus VI mengatakan, β€œSebagai seorang pewarta Injil, Kristus pertama-tama mewartakan suatu kerajaan, Kerajaan Allah; dan hal ini begitu penting, sehingga bila dibandingkan segala sesuatu yang lain menjadi β€œsisa”, yang β€œdiberikan sebagai tambahan” (No. 8).

Yesus tidak mau apabila mewartakan Kerajaan Allah menjadi β€œsisa” yang dia berikan sebagai tambahan. Itulah sebabnya, Yesus mengatakan sesuatu yang tampak keras, β€œBiarlah orang mati menguburkan orang mati.” Hal yang mau Yesus katakan jelas bahwa seorang pengikut Yesus adalah orang yang memilih Yesus secara total, tidak setengah-setengah, tidak sebagai sambilan atau tambahan.

Kini giliran orang ketiga berkata kepada Yesus, β€œTuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku” (ay. 61). Kepada orang ketiga, Yesus tidak memanggil tetapi dia sendiri yang mau mengikuti Dia yang dia sebut sebagai Tuhan, bukan sebagai manusia biasa. Akan tetapi, ia memberikan syarat: Ia ingin pamitan dahulu dengan keluarga yang dicintainya. Ia punya ikatan dengan keluarga lebih kuat daripada ikatan dengan Yesus yang ingin dia bangun dengan mengikuti-Nya.

Jawaban Yesus tegas, β€œSetiap orang yang siap untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (ay. 62). Maksud-Nya, orang yang tidak mau mengikuti Yesus secara total dan taat sepenuhnya kepada-Nya, yang selalu mencari cara untuk menunda atau mengulur-ulur waktu untuk mengikuti Yesus, tidak layak untuk mengikuti Yesus.

Saudara-saudari, yang sama-sama mengikuti Yesus, hari ini kita diingatkan oleh Yesus bahwa kalau kita telah mengikuti Yesus, bukan karena maunya kita tetapi karena dikehendaki dan karena itu dipanggil oleh Yesus. Inilah anugerah yang indah itu. Maka, kita mesti mengikuti Dia secara total, sepenuhnya, seutuhnya, tidak plin-plan, terus mantap, semangat dan setia sampai akhir sembari terus ikut mewartakan Kerajaan Allah. Selamat mengikuti Yesus. [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.