Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 18 September 2026

Bacaan Liturgis โ€“ Pekan Biasa XXIV, Jumat, 18 September 2026

  • Bacaan Pertama: 1 Korintus 15:12-20

  • Mazmur Tanggapan: Pada waktu bangun aku menikmati hadirat-Mu, ya Tuhan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 17:1.6-7.8b.15

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 8:1-3

SaIing Mendukung dalam Karya dan Panggilan

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Injil hari ini sangat inspiratif. Kedua belas murid Yesus selalu hadir dan menyertai Yesus dalam pelayanan-Nya sebagai pemberita Injil Kerajaan Allah, yang isinya tentang penyelamatan yang datang dari Allah. Pada kesempatan itu, mereka sendiri belajar dari Sang Guru bagaimana mereka hidup sebagai murid-murid Yesus dan terlibat dalam pelayanan-Nya.

Di samping kedua belas murid-Nya, ada juga beberapa wanita selalu menyertai Yesus. Beberapa wanita disebut namanya oleh penginjil Lukas, seperti Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, istri Khuza, bendahara Herodes dan Susana (Luk 8:3a).

Selain mereka yang disebut namanya, โ€œbanyak lagi yang lainโ€ yang tidak disebut namanya, alias anonim. Namun, mereka juga menyertai Yesus. โ€œWanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan merekaโ€ (ay. 3b). Luar biasa besar pengorbanan mereka; apalagi kalau tidak hanya dilakukan sekali-dua kali.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, pada zaman itu masyarakat Yahudi meremehkan peran wanita. Sebaliknya, Yesus malah mengikutsertakan mereka atau mengizinkan mereka ikut serta dalam perjalanan-Nya untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Bahkan, Yesus menjadikan mereka saksi-saksi kematian dan kebangkitan-Nya (lih. Luk 23:49, 55 dan 24:1-11).

Pelayanan mereka terbatas pada pelayanan terhadap Yesus dan para rasul-Nya. Itu pun terbatas pada mencukupi kebutuhan materiil rombongan Yesus. Itulah pelayanan mereka. Namun demikian, mereka merupakan orang-orang yang jeli menangkap peluang, dalam hal apa mereka bisa membantu pelayanan Yesus dan para rasul-Nya.

Saya berharap bahwa kejelian, kepekaan dan keterlibatan โ€œpara wanita ituโ€ (ay. 2b) menginspirasi kaum wanita dalam Gereja untuk makin banyak terlibat dalam pelayanan. Selain itu, juga pelayanan dalam bidang ekonomi demi terwujudnya kesejahteraan bersama, terlebih bagi umat prasejahtera. Bukankah jika kita melayani mereka, kita sejatinya juga melakukannya untuk Yesus (bdk. Mat 25:31-46)?

Pada zaman Yesus telah banyak wanita terlibat dalam pelayanan. Apa pun bentuknya, pelayanan mereka tentu saja dijiwai oleh kasih akan Yesus. Semakin mencintai Yesus, orang semakin rela mengikuti Yesus dan berkorban bagi Yesus dan para rasul.

Jadi, mereka terlibat dalam pelayanan, pertama-tama karena mau melayani Yesus dan demi cinta mereka akan Yesus. Semangat itulah yang juga mesti menjiwai pelayanan setiap orang, pria atau wanita, entah sebagai pengurus ini, pengurus itu atau bahkan sebagai umat biasa. Hanya dengan jiwa dan semangat pelayanan seperti itu, maka pelayanan mereka akan murni, tulus, tanpa pamrih, tanpa maksud hanya โ€œsupaya viralโ€ dan terkenal.

Saudara-saudari, mari kita menjadi anggota Gereja yang saling mendukung dalam karya dan panggilan. Apa pun bentuk panggilan kita dalam Gereja, mari kita saling melayani. [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.