Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 26 Oktober 2026

Bacaan Liturgis โ€“ Hari Biasa Pekan XXX, Senin, 26 Oktober 2026

  • Bacaan Pertama: Efesus 4:32โ€“5:8

  • Mazmur Tanggapan: Jadilah penurut Allah sebagai anak-anak kesayangan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-2.3.4.6

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran; kuduskanlah kami dalam kebenaran. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 13:10-17

Tuhan Memberikan Kelegaan Dan Pengharapan Bagi Manusia Yang Berharap Pada-Nya

Hari ini dalam Injil, Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang telah delapan belas tahaun dirasuki roh jahat. Nampaknya perempuan ini sangat menderita, sampai-sampai punggungnya membungkuk dan tidak dapat lagi berdiri secara tegak. Melihat situasi perempuan tersebut yang menderita, Yesus selalu dengan mudah tergerak oleh belas kasihan untuk mengusir roh jahat, menyembuhkan serta memberikan kelegaan kepadanya. Kata-kata Yesus sangat manjur. Sambil menumpangkan tangan, Yesus berkata, โ€œHai, ibu, penyakitmu telah sembuh!โ€.Maka ibu ibu seketika itu juga sembuh, mampu berdiri tegak dan serta merta memuliakan Allah.

Yesus memang sungguh Allah Putra yang datang ke dunia memberikan pembebasan dan kelegaan bagi kita manusia. Yesus menunjukkan keAllahannya dengan memiliki otoritas penuh untuk mengusir roh jahat. Roh jahat itupun tahkluk pada-Nya. Hanya kepada Allah, roh jahat pun tunduk dan takut sehingga pergi terusir. Memang Kristus sungguh-sungguh Allah. Hari ini juga Yesus memberikan inspirasi bagi kita untuk selalu teregerak oleh belas kasih untuk membantu meringankan beban sesama. Ituah panggilan dasar kita sebagai seorang kristiani, yaitu seperti Kristus membawa kelegaan, suka cita dan pembebasan dari segala penderitaan sesama kita yang menderita.

Hari ini juga kita mendapat teguran keras dari Yesus agar tidak berlaku seperti kepala rumah ibadat. Keseharian hidupnya di Bait Allah ternyata hanya membuat dia jatuh pada kesucian palsu dan tidak memiliki sikap belas kasih. Dia jatuh pada sikap hidup legalistik-ritualistik semata sehingga cinta kasih sudah tidak bertumbuh subur dalam dirinya. Kesombongan Rohani telah menguasai hidupnya, sehingga sebenarnya hidupnya tidak akan bertumbuh dalam perkembangan hidup rohani yang benar. Maka belajar dari Yesus untuk selalu berbuat kasih dan memberikan pertolongan kepada sesama didorong oleh semangat ketulusan dan dan keinginan untuk mengurangi penderitaan orang lain. @RP Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.