Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Selasa 20 Oktober 2026

Bacaan Liturgis – Hari Biasa Pekan XXIX, Selasa, 20 Oktober 2026

  • Bacaan Pertama: Efesus 2:12-22

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 12:35-38

Hidup Berjaga Dengan Menjadi Berkat Dan Terang

Setiap makhluk yang hidup dunia ini berproses, bertumbuh, menjadi tua dan akhirnya mati dan punah dari dunia ini. Tak terkecuali kita manusia. Akan tetapi kapan tiba saatnya kita mati dan kembali kepada Sang asal dan tujuan hidup kita tak ada yang tahu. Datangnya selalu tak terduga dan di luar kuasa dan kendali kita. Akan tetapi kepastian akan datangnya ajal itu tidak dapat terbantahkan. Maka sikap batin yang bisa buat hanyalah sikap berjaga-jaga dan mawas diri. Yesus mengatakan. β€œHendaknya pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap bernyala”. Pinggang tetap berikat menggambarkan sikap diri yang selalu siap sedia bekerja dan tidak terlena pada situasi yang menjebak. Pinggang berikat ini juga melambang sikap yang siap sedia melayani. Jadi kita menantikan kedatangan Tuhan dengan keadaan sedang melayani atau sedang berbuat baik. Itulah sikap batin seorang kristiani yang sejati.

Orang yang beriman menampakkan imannya bagaikan sebuah pelita yang selalu bernyala. Pelita yang bernyala melambangkan melakukan kesaksian hidup dengan menjadi jalan kebaikan bagi orang-orang di sekitar kita. Sebagai orang beriman kita harus memiliki hati bagaikan hamba di hadapan Tuhan. Seorang hamba harus selalu memiliki kesiapsediaan melayani tanpa pamrih serta bergantung sepenuhnya pada tuannya. Begitulah sikap batin kita di hadapan Tuhan melayani Tuhan dengan berbuat kebaikan tanpa harus berambisi untuk mendapat pujian dan apresiasi dari-Nya. Sebab semua pekerjaan baik yang kita buat adalah hanya melulu membalas segala kebaikan Tuhan yang telah terlebih dahulu kita terima dari-Nya. Kedatangan Tuhan adalah sebuah keniscayaan (kepastian). Walaupun kita tidak tau kapan kedatangan-Nya akan tetapi kesiap-sediaan kita dengan terus berjaga-jaga membuat kita tidak takut dan cemas untuk menerima kedatangan-Nya kapan pun akan datang.

@RP Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.