Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Sabtu 28 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Pekan I Prapaskah, Sabtu 28 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Ulangan 26:16-19

  • Mazmur Tanggapan : R. Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 119:1-2.4-5.7-8

  • Bait Pengantar Injil : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. Waktu ini adalah waktu perkenanan. Hari ini adalah hari penyelamatan. Terpujilah.

  • Bacaan Injil : Matius 5:43-48

Mengasihi Musuh

Mengasihi orang yang selama ini mengasihi kita, memperhatikan, membantu kita, yang menarik, kaya, punya kedudukan tinggi dalam masyarakat, yang tampan dan cantik bukanlah sesuatu yang sulit. Orang yang tidak beragama (kafir) dan para pendosa pun melakukan hal yang sama. Mereka mencintai sesama mereka yang mengasihi mereka.

Tetapi mengasihi musuh atau orang yang selama ini menyakiti kita, memfitnah, berusaha menjatuhkan atau menghancurkan kita merupakan sesuatu yang sulit dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin saya bisa mengasihi pasangan saya yang selama ini tidak setia kepada saya dan keluarganya? Suka selingkuh, sering melakukan KDRT, tidak menafkahi keluarga, suka berjudi dan mabuk-mabukan? Bagaimana mungkin saya bisa mengasihi anak saya yang suka minta uang, tidak taat pada orangtua, suka melawan orangtgua dan memaki-maki orangtua bila keinginannya tidak dipenuhi? Bagaimana mungkin saya bisa mengasih teman saya yang suka menjelek-jelekkan, mencari kesalahan dan memfitnah saya? Rasanya mustahil bagi saya untuk mengasihi mereka. Justru yang ada pada diri saya adalah perasaan kebencian dan dendam. Ingin membalas perbuatannya yang jahat karena hanya dengan demikian hati saya menjadi lega.

Kendati mengasihi musuh atau orang yang menyakiti kita itu sesuatu yang sulit, bahkan sangat sulit, Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk mau mengasihi mereka. Yesus bersabda, “ Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Pertanyaannya sekarang mengapa kita perlu mengasihi musuh atau orang yang menyakiti kita?

Pertama, karena kebencian dan dendam tidak pernah akan dapat menyelesaikan masalah. Orang yang kita balas perbuatannya, tidak terima akan perbuatan kita. Dia akan ganti membalas perbuatan kita. Kita dan keluarga kita ganti membalas perbuatan mereka. Begitu seterusnya, sehingga menjadi lingkaran setan yang tidak ada habisnya.

Kedua, karena Allah Bapa adalah Allah yang Maha Pengasih, yang mengasihi bukan hanya orang yang baik, tetapi juga orang jahat dan pendosa. Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat dan bagi orang yang baik pula, hujan pun diturunkan bagi orang yang benar dan juga orang yang tidak benar. Sebagai anak-anak Allah kita hendaknya meniru sikap Allah Bapa dengan mengasihi musuh-musuh kita dan mereka yang menyakiti kita. Hanya dengan demikian kita akan sempurna, sebagaimana Bapa di surga sempurna adanya.

Ketiga, karena menyimpan dendam dan kebencian itu tidak membahagiakan kita. Membuat hati kita gelisah dan tidak damai. Maka agar kita mengalami damai, kita perlu belajar mengampuni musuh dan mereka yang menyakiti kita.

Dengan kekuatan kita sendiri tidak mungkin kita dapat mengasih dan mengampuni orang lain. Karena itu kita perlu rahmat dan kekuatan dari Allah Sang Maha Pengasih dan Pengampun. Dari pengalaman ketika orang berdoa untuk pertobatan orang-orang yang pernah menyakitinya (kendati hatinya masih dipenuhi dengan kebencian). Ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi. Kemungkinan pertama, orang yang menyakiti kita akan disadarkan akan perbuatannya yang tidak baik dan kembali ke jalan yang benar. Kemungkinan kedua, mungkin orang itu belum bertobat, tetapi Tuhan memenuhi hati kita dengan kasih dan pengampunan-Nya, sehingga kebencian dan dendam dalam hati kita menjadi cair (pelan-pelan sirna). Dan pelan-pelan kita mampu mengampuni dan menerima orang-orang yang pernah menyakiti kita, bahkan berelasi kembali dengan mereka.

Marilah berdoa :

Allah Bapa yang Maha Pengasih, Putra-Mu Tuhan kami Yesus Kristus mengajak kami untuk mengasihi musuh-musuh kami dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kami. Engkau tahu Bapa bahwa hal ini sulit kami lakukan. Apalagi mengasihi mereka yang berulangkali menyakiti kami. Rasanya mustahil bagi kami. Karena itu kami mohon bukalah hati mereka yang memusuhi dan menyakiti kami agar mereka sadar akan perbuatannya dan Kembali ke jalan yang benar. Di lain pihak curahkanlah rahmat kasih dan pengampunan-Mu kepada kami, agar kami pelan-pelan mampu mengampuni dan menerima mereka yang pernah menyakiti kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Harmoni Seluruh Ciptaan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm