Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Selasa 17 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Pekan Biasa VI, Selasa, 17 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Yakobus 1:12-18

  • Mazmur Tanggapan : R. Berbahagialah orang yang Kauajar, ya Tuhan

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mzm 94:12-15.18-19

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Markus 8:14-21

 Gagal Paham

Seseorang tentu akan merasa kecewa kalau perkataannya tidak dapat dipahami atau dimengerti keliru oleh orang lain. Hal yang sama terjadi pada Yesus. Yesus merasa kecewa karena apa yang dikatakan kepada para murid dipahami keliru oleh para murid-Nya. Yesus berbicara kepada mereka mengenai “ragi orang Farisi dan ragi Herodes,” yang artinya pengaruh-pengaruh yang tidak baik dari orang-orang Farisi dan raja Herodes, tetapi para murid-Nya menghubungkan perkataan Yesus dengan makanan atau roti yang kebetulan lupa mereka bawa.

Ketidakmengertian mereka akan perkataan Yesus terjadi karena mereka begitu sibuk memikirkan hal-hal yang bersifat materi, dan kurang memikirkan hal-hal yang bersifat rohani, sehingga kendati pun mereka menyaksikan mukjizat-mukjizat yang dilakukan oleh Yesus di hadapan mereka, mereka tidak dapat memahaminya dalam kacamata iman.

Hal yang sama terjadi juga pada diri kita. Di dalam hidup sehari-hari kita pun seringkali memahami keliru sabda Tuhan yang seharusnya kita pahami secara rohani dan dalam kacamata iman, kita artikan secara harfiah dan duniawi sekali. Akibatnya sabda Tuhan tidak menghasilkan buah-buah yang kita harapkan. Kita mengharapkan buah yang manis, tetapi yang terjadi adalah buah yang masam. Untuk itu kita perlu menyempatkan diri di tengah-tengah kesibukan kita sehari-hari untuk berdoa, membaca Kitab Suci dan merenungkannya. Dengan membiasakan diri melakukan latihan-latihan rohani, maka kita akan memiliki kepekaan rohani. Kita akan mampu memahami kehendak Tuhan dengan baik. Mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Mana yang merupakan kehendak Tuhan dan mana yang bukan. Maka marilah kita mohon kepada Tuhan, agar Tuhan senantiasa melimpahkan kepekaan rohani kepada kita, sehingga kita mampu memahami kehendak Tuhan dengan baik.

Marilah berdoa :

Allah Bapa yang Mahabaik, berikanlah kami rahmat kebijaksanaan agar kami mampu memahami dan melaksanakan sabda Putra-Mu dengan baik, sehingga sabda Putra-Mu mampu berakar dan bertumbuh dalam hati kami, serta menghasilkan buah-buah kebaikan yang melimpah. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm