Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 12 Agustus 2026

Bacaan Liturgi : Pekan Biasa XIX: Rabu, 12 Agustus 2026

  • Bacaan Pertama : Nubuat Yehezkiel 9:1-7; 10:18-22

  • Mazmur Tanggapan : R. Kemuliaan Tuhan mengatasi langit.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 113:1-6

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dalam Diri Kristus dan memercayakan warta perdamaian kepada kita. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Matius 18:15-20

Menegur dengan Kasih

Menegur atau menasihati orang yang berbuat dosa atau salah bagi sebagian orang merupakan tindakan yang sulit. Apalagi kalau orang yang kita tegur adalah atasan kita, orang yang dekat dengan kita atau orang yang kita kasihi, kita merasa sulit menegurnya. Takut kalau orang itu marah, sakit hati, kecewa, sehingga membuat relasi kita dengan orang itu menjadi renggang.

Namun itulah yang diminta Yesus dari kita para murid-Nya. Kita diminta untuk berani menegur atau menasihati sesama kita yang bersalah agar mereka menyadari perbuatannya dan kembali ke jalan yang benar. Karena kalau tidak kita tegur atau nasihati bisa jadi orang itu terjerumus dalam dosa yang lebih besar. Dan kalau itu terjadi, maka bukan hanya orang itu yang bersalah, tetapi kita juga bersalah karena kita membiarkan orang itu berbuat dosa.

Untuk itu kita diminta untuk menegur atau menasihati saudara kita yang berbuat salah. Agar teguran kita dapat diterima oleh orang lain, kita perlu menegurnya dengan kasih. Artinya kita menegur orang itu secara pribadi (empat mata) agar orang itu tidak dipermalukan di depan umum. Menegur dengan kasih berarti tidak hanya menegur seseorang dengan lembut, tetapi juga memberi kesempatan untuk membela dirisehingga kita tahu mengapa dia melakukan hal itu.

Dan bila orang itu menyesali perbuatannya, kita harus mau memaafkan dan memberi dan memberi kesempatan untuk memperbarui diri. Dengan cara ini orang yang kita nasihati akan benar-benar sadar akan perbuatannya dan dia akan berusaha untuk memperbaiki kesalahannya.

Lalu bagaimana kalau orang itu tidak mau menyadari dan memperbaiki kesalahannya. Kalau itu yang terjadi, itu bukan urusan kita dan di luar tanggung jawab kita. Yang penting kita sudah melakukan kewajiban kita untuk menegur dan menasihati saudara kita. Soal orang itu tidak menerima teguran atau nasihat kita, itu urusan orang itu dengan Tuhan. Biar Tuhan hakim yang Maha adil yang mengadilinya.

Doa :

Ya Yesus Engkau menghendaki agar kami mau menasihati dan menegur dengan kasih sesama kami yang berbuat salah. Berilah kami keberanian dan kebijaksanaan agar kami mampu menasihati dan menegur dengan kasih sesama kami yang berbuat salah, sehingga mereka dapat menyadari perbuatannya dan kembali ke jalan yang benar. Amin

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.