Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Selasa 24 Maret 2026

Bacaan Liturgis – Pekan V Prapaskah, Selasa, 24 Maret 2026

  • Bacaan Pertama: Bilangan 21:4-9

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 102:2-3.16-18.19-21

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Terpujilah. Benih itu adalah sabda Tuhan, penaburnya adalah Kristus. Setiap orang yang menemukan Dia, akan hidup selama-lamanya.Terpujilah.

  • Bacaan Injil: Yohanes 8:21-30

Dalam Penyertaan Tuhan

Saudari-saudara kekasih Tuhan, perayaan Ekaristi atau Ekaristi yang kita rayakan itu indah, bahkan sangat indah. Setelah membuat tanda salib, imam memberi salam kepada umat, “Tuhan bersamamu” (salah satu pilihan) dan umat menjawab, “Dan bersama rohmu.” Tuhan bersama seluruh umat dan imam-Nya.

Dalam Ekaristi itu “Kristus sendiri mengetuainya; Ia adalah pelaku utama Ekaristi. Ia adalah Imam Agung Perjanjian Baru. Secara tidak kelihatan Ia sendiri memimpin tiap upacara Ekaristi. Sebagai wakil-Nya, Uskup atau imam (yang bertindak “atas nama Kristus, Kepala”) memimpin umat” (Katekismus Gereja Katolik, No. 1348). Ini Ritus Pembuka Misa atau Ekaristi, di mana kita diingatkan akan penyertaan Tuhan; Ia yang hadir dan bersama kita.

Kemudian, pada Ritus Penutup, sebelum membuat tanda salib, imam merentangkan tangan dan berkata, “Tuhan bersamamu”, lalu umat menjawab, “Dan bersama rohmu.” Coba perhatikan, Ekaristi dibuka dan ditutup dengan rumusan yang sama. Indah bukan? Sangat indah! Saya katakan “sangat indah” karena seruan “Tuhan bersamamu” dan “bersama rohmu” bukan hanya diucapkan oleh imam dan umat pada pembuka dan penutup Misa, tetapi bahkan di tengah-tengahnya juga diserukan.

Perhatikan para saudara: Pertama, sebelum Injil suci dibacakan, imam berseru, “Tuhan bersamamu” lalu umat menjawab, “Dan bersama rohmu.” Kedua, dalam Doa Syukur Agung, tepatnya sebelum Prefasi, dialog pembuka diawali oleh imam dengan berseru, “Tuhan bersamamu” lalu umat menjawab, “Dan bersama rohmu.”

Jadi, saudara dan saudari yang dikasihi dan disertai Tuhan, dalam perayaan Ekaristi, pada Ritus Pembuka, di tengah (dalam Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi) dan pada Ritus Penutup kita mendengar seruan, “Tuhan bersamamu” lalu kita memberikan jawaban penuh iman, “Dan bersama rohmu.” Perhatikan penempatan seruan tersebut dan sadarilah maknanya supaya kita bisa meresapi betapa indahnya perayaan Ekaristi dalam Gereja Katolik.

Jika kita bisa menyelami dan merasakan keindahan Ekaristi, kita akan mencintai Ekaristi dan jika kita mencintai Ekaristi, dengan sendirinya kita akan mencintai Kristus, Tuhan. Melalui Ekaristi, kita diingatkan akan penyertaan Tuhan di dalam kita sekaligus mengalami kebersamaan dengan-Nya. Di dalam Ekaristi, kita merasakan bahwa kita tidak pernah sendirian. Sebab, Tuhan selalu menyertai, bahkan bukan hanya saat Ekaristi dirayakan tetapi juga dalam keseharian kita. Jika kita merasakan penyertaan Tuhan, kita tidak pernah merasa sendirian. Jika kita merasakan penyertaan Tuhan, kita tidak pernah kesepian meskipun tinggal sendirian.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi. Namun, hari ini Yesus juga berkata kepada kita, “Dan Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya” (Yoh 8:29). Dalam perutusan-Nya Yesus memiliki kesadaran penuh bahwa Allah, Bapa-Nya, menyertai Dia. Bapa-Nya tidak membiarkan Dia sendirian.

Kelak kepada murid-murid-Nya Yesus akan menegaskan kembali kesadaran-Nya yang penuh bahwa Bapa-Nya selalu menyertai Dia. Kata-Nya, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semua itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:31-33).

Umat beriman yang dikasihi dan disertai Tuhan Allah yang hidup, dalam segala situasi, derita dan salib selama menjalankan perutusan Bapa, Yesus tidak pernah merasa sendirian. Sebab, Bapa menyertai Dia. Kesadaran penuh akan penyertaan Bapa seperti inilah yang juga perlu kita miliki.

Hari ini Yesus meneguhkan kita agar dalam melakukan tugas perutusan, seperti dalam keluarga, komunitas, lingkungan, wilayah, paroki dan di tengah masyarakat, kita tidak merasa sendirian. Pengalaman ekaristis di mana Tuhan bersama kita hendaknya juga kita sadari saat kita melayani keluarga, sesama dan Gereja.

Secara khusus saya mengajak Anda yang selama ini terlibat dalam tugas perutusan dan pelayanan Gereja sebagai anggota Dewan Paroki Harian, Dewan Paroki Inti atau Dewan Paroki Pleno, sebagai pengurus lingkungan, pengurus wilayah dan pengurus kelompok-kelompok kategorial, atau bahkan tidak menjadi pengurus apa pun, lakukan tugas pelayanan Anda dalam kesadaran penuh akan penyertaan Tuhan. Dengan kesadaran seperti ini, kita, Anda dan saya, tidak merasa bekerja atau melayani sendiri. Kita bekerja dan melayani sesama umat (Gereja) bersama Tuhan. Kita melayani dengan gembira hati, dengan sukacita. Pelayanan tidak menjadi beban meskipun kadang terasa berat dan menuntut pengorbanan dalam banyak hal.

Saudara dan saudari, juga dalam pelayanan di tengah keluarga dan komunitas, kita tidak bekerja seorang diri. Layani setiap anggota keluarga atau komunitas, khususnya yang sudah lansia atau sedang menderita dan sakit, dengan Hati Yesus, dengan sukacita, dengan tulus dan dengan sabar. Di situlah kasih Anda diungkapkan. Oleh karena itu, dalam penyertaan Tuhan, mari kita hidup, bekerja dan melayani dengan hati. [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pertobatan untuk merawat bumi, Rumah kita bersama" Oleh RP Agustinus Ari Pawarto, O.Carm