Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 07 Agustus 2026

Bacaan Liturgi : Pekan Biasa XVIII, Jumat, 7 Agustus 2026

  • Bacaan Pertama : Nubuat Nahum (1:15; 2:2; 3:1-3.6-7)

  • Mazmur Tanggapan : R. Tuhanlah yang mematikan, Tuhan pulalah yang menghidupkan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Ulangan 32:35cd-36ab.39abcd.41

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Matius 16:24-28

Memikul Salib, Menemukan Hidup Sejati

Dalam Injil hari ini, Yesus mengucapkan kata-kata yang mungkin terasa berat didengar: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."Mengikuti Yesus ternyata bukan sekadar percaya kepada-Nya, tetapi juga berani menempuh jalan hidup yang sama seperti yang ditempuh-Nya: jalan kasih, pengorbanan, dan kesetiaan.

Dunia sering mengajarkan bahwa kebahagiaan diperoleh dengan memiliki lebih banyak, mengejar kenyamanan, dan menghindari penderitaan. Namun Yesus justru mengajarkan paradoks: "Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." Artinya, hidup yang dipersembahkan demi Tuhan dan sesama tidak akan pernah sia-sia. Ketika kita rela mengampuni, melayani tanpa pamrih, setia dalam panggilan, dan tetap berbuat baik meskipun harus berkorban, pada saat itulah kita sedang menemukan makna hidup yang sejati.

Memikul salib bukan berarti mencari-cari penderitaan. Salib adalah setiap tanggung jawab, kesulitan, atau tantangan yang kita hadapi dengan iman dan kasih. Salib seorang ayah adalah bekerja keras demi keluarganya. Salib seorang ibu adalah kesetiaannya merawat dan mendidik anak-anak. Salib seorang imam, biarawan-biarawati, maupun umat beriman adalah tetap setia melayani meskipun menghadapi penolakan, kelelahan, atau kekecewaan.

Yesus juga mengingatkan, "Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?"Pertanyaan ini mengajak kita untuk menata kembali prioritas hidup. Harta, jabatan, dan popularitas memang penting, tetapi semuanya tidak akan berarti bila kita kehilangan relasi dengan Tuhan dan mengabaikan keselamatan jiwa.

Marilah kita memohon rahmat agar setiap hari kita mampu menyangkal egoisme, memikul salib dengan sukacita, dan mengikuti Kristus dengan setia. Sebab di balik setiap salib yang dipikul bersama Kristus, selalu ada harapan akan kemuliaan kebangkitan.

Doa:

Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk setia mengikuti-Mu, meskipun jalan yang harus kutempuh tidak selalu mudah. Berilah aku keberanian untuk menyangkal diriku, memikul salibku setiap hari, dan tetap mengasihi seperti Engkau telah mengasihiku. Semoga dalam setiap pengorbanan yang kulakukan, aku semakin menemukan hidup yang sejati bersama-Mu. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.