Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 12 Oktober 2026

Bacaan Liturgis – Hari Biasa Pekan XXVIII, Senin, 12 Oktober 2026

  • Bacaan Pertama: Galatia 4:22-24.26-27.31–5:1

  • Mazmur Tanggapan: Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 113:1-2.3-4.5a.6-7

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 11:29-32

Jangan Pernah Menyia-Nyiakan Keselamatan Dari Tuhan

Dalam kisah Perjanjian Lama, Nabi Yunus diutus oleh Tuhan untuk mempertobatkan orang-orang di Niniwe. Karena kota Niniwe yang besar itu telah jatuh dalam kejahatan. Ketika nabi Yunus dengan seruan kenabiannya mengatakan kalai bangsa Ninwe tidak bertobat dalam empat puluh hari lagi, maka kota itu akan di tunggangbalikkan (bdk. Yun 3:4). Syukurlah orang Niniwe mau bertobat dan berbalik kepada Allah. Mereka mau percaya kepada Allah dan mau berpuasa dan mengenakan pakaian kabung untuk menyesali segala kedosaan mereka. Sungguh orang Niniwe memiliki kerendahan hati mau bertobat dan mendengarkan seruan kebenaran dari Yunus. Nabi Yunus saja mau didengarkan oleh bangsa Niniwe yang berdosa, maka bangsa Israel yang lama menantikan Mesias yang sudah nyata dalam diri Kristus mestinya juga mereka terima sebagai jalan Allah untuk menyatakan keselamatan-Nya bagi manusia.

Situasi itu berbeda sama sekali dengan yang dialami oleh Yesus ketika berhadapan dengan bangsa Israel terlebih orang Yahudi, ahli taurat dan orang Farisi. Pertobatan yang diserukan oleh Yesus mereka anggap angin lalu saja. Maka ketika tanda-tanda mesianik-pun tampak di hadapan mereka melalui pengusiran roh jahat, penyembuhan, keajaiban serta pengajaran Yesus yang sangat genial toh tak mampu membuka hati mereka untuk mengalami pertobatan yang sejati. Bangsa Israel menolak kehadiran Kristus yang membuka cakrawala pemahaman iman mereka denga cara yang baru, karena mereka tak mau berubah dan terlalu asik di zonya nyaman mereka. Mereka merasa Tuhan itu berada dalam pegangan erat mereka.

Maka betapa ironisnya. Keselamatan yang ditawarkan oleh Kristus bagi mereka akhirnya diambil dari mereka. Keselamatan itu akhirnya sekarang ditawarkan kepada kita kaum kristiani. Maka jangan pernah kita menyia-nyiakan tawaran rahmat keselamatan yang telah diberikan kepada kita. Dengan menjalani hidup sebagaimana Kristus hidup, menerima salib hidup kita dengan penuh iman dan rendah hati maka kita tentu juga akan mendapatkan kebangkitan menuju hidup kekal sebagaimana Yesus Kristus telah alami lebih dahulu sebagai pegangan iman kita.

@RP Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.