Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 19 Juni 2026

Bacaan Liturgis โ€“ Pekan Biasa XI, Jumat, 19 Juni 2026

  • Bacaan Pertama: Kitab Kedua Raja-Raja 11:1-4.9-18.20

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan telah memilih Sion menjadi tempat kedudukan-Nya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 132:11.12.13-14.17-18

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, sebab milik merekalah Kerajaan Allah. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 6:19-23

Mengumpulkan Harta Surgawi

Saudara-saudari, umat kekasih Tuhan, setiap orang atau keluarga pasti memiliki apa yang disebut properti. Yang dimaksud dengan properti adalah sejumlah harta berupa tanah dan bangunan serta segala sarana dan prasarana yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tanah dan/atau bangunan termaksud. Mengenai jumlah tentu saja relatif, setiap orang atau keluarga berbeda jumlahnya. Harta milik dan bangunan tersebut bisa ditambah lagi dengan harta lain berupa uang atau simpanan atau deposito di bank dan sebagainya.

Harta, apa pun namanya dan berapa pun jumlahnya, sangat berguna untuk menunjang kesejahteraan hidup, untuk mengembangkan usaha, untuk menyiapkan pendidikan lanjut anak-anak dan sebagainya. Singkatnya, harta milik selalu punya nilai guna atau manfaat bagi hidup dan kesejahteraan setiap orang atau keluarga.

Namun, tidak jarang harta dicari dan diperjuangkan bukan semata-mata sebagai sarana untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Sebaliknya, harta dicari dan diperjuangkan sebagai tujuan hidup. Oleh karena itu, hari ini Yesus mengingatkan kita agar tidak terlena dengan harta duniawi yang fana. Yesus berkata, โ€œJanganlah kalian mengumpulkan harta di bumi; ngengat dan karat akan merusakkannya, dan pencuri akan membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga. Di surga ngengat dan karat tidak akan merusakkannya, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinyaโ€ (Mat 6:19-20).

Harta di bumi tidak pernah aman. Ngengat, karat, pencuri selalu mengincarnya. Ngengat atau gegat adalah binatang kecil-kecil yang suka makan kertas, buku di rak, pakaian di almari dan sebagainya. Binatang kecil tersebut merusak dan menjengkelkan. Tiang rumah, jendela atau pintu dari kayu yang tampaknya masih bagus, ternyata di dalamnya sudah rusak karena dimakan ngengat atau rayap.

Karat juga sifatnya merusak. Cangkul yang dibiarkan tergeletak di kebun atau ladang, lama-kelamaan akan berkarat dan rusak. Pagar rumah yang terbuat dari besi, meskipun dicat, lama-kelamaan juga akan berkarat dan rusak.

Pencuri juga punya sifat buruk yang merugikan, mengambil harta benda orang. Uang, emas, harta apa pun bisa dikuras habis oleh pencuri dalam waktu singkat ketika tuan rumah tidak ada di tempat. Uang dalam jumlah besar yang baru diambil dari bank, juga bisa diambil pencuri dalam sekejap, membuat sang pemilik tak berdaya dan terkulai. Pasalnya, uang akan digunakan untuk membayar sekolah anak-anak, ternyata sudah lebih dahulu diambil pencuri tanpa kompromi. Sepeda motor di halaman rumah, juga bisa amblas tanpa bekas diambil pencuri.

Contoh-contoh tersebut berkaitan dengan harta benda konkret. Semuanya fana, bisa sirna seketika. Hasil kerja sekian lama bisa menjadi sia-sia. Maka, Yesus meminta kepada kita, supaya mengumpulkan bagi kita harta di surga. Caranya bagaimana? Berbuat baik demi cinta akan Tuhan Allah saja, tanpa maksud untuk pamer di hadapan orang dan supaya mendapat pujian. Pujian orang atau apresiasi yang dicari itu ibarat kertas, pakaian, kayu atau besi yang akhirnya akan rusak atau sirna dalam waktu tertentu.

Uang di bank juga bisa dibobol maling. Maka, bukalah โ€œrekening di bankโ€ yang namanya surga. Di surga, kata Yesus, ngengat dan karat tidak akan merusakkannya, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Artinya, berusaha untuk selalu berbuat baik demi cinta akan Allah dan kemuliaan-Nya. Dengan demikian, deposito tersebut tidak akan hilang, pasti aman, terus bertambah seiring dengan bertambahnya usia, dan pasti akan dapat dinikmati setelah mati (bdk. Yoh 5:24-29).

Saudara-saudari kekasih Tuhan, punya harta itu baik. Punya harta yang semakin bertambah itu baik, silakan! Namun, kata pemazmur Daud, apabila harta makin bertambah, janganlah hati melekat padanya (Mzm 62:11). Sebab, harta duniawi itu fana, tidak akan dibawa serta waktu meninggal dunia. Pemazmur bani Korah berkata, โ€œJanganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti diaโ€ (Mzm 49:17-18).

Oleh karena itu, para saudara yang dikasihi Tuhan, mari kita bertekun untuk mengumpulkan harta surgawi yang bisa dinikmati bersama para suci di surga abadi. Tuhan memberkati! [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.