Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 22 Maret 2026

Bacaan Liturgis – Hari Minggu Prapaskah V, 22 Maret 2026

  • Bacaan Pertama: Nubuat Yehezkiel 37:12-14

  • Mazmur Tanggapan: Pada Tuhan ada kasih setia, Ia banyak kali menmgadakan pembebasan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8

  • Bacaan Kedua: Roma 8:8-11

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Terpujilah.Sekarang juga, sabda Tuhan, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sebab Aku pengasih dan penyayang. Terpujilah.

  • Bacaan Injil: Yohanes 11:1-45 [Singkat: 11:3-7.17.20-27.33b-45]

Kebangkitan dari Antara Orang Mati

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hari ini kita memasuki Hari Minggu Prapaskah V. Ketiga bacaan mengajak kita untuk merenungkan tentang kebangkitan dari antara orang mati. Tema ini diharapkan dapat membangkitkan optimiesme hidup di tengah dunia yang ditandai dengan perang, penderitaan dan kematian, seperti sedang terjadi di Iran akhir-akhir ini.

Selain itu, tema tentang kebangkitan dari antara orang mati diharapkan dapat membantu umat beriman dalam memaknai penderitaan dan kematian Yesus yang dialami-Nya di atas salib. Dengan memaknai kematian Yesus dan kebangkitan yang menyusul-Nya, maka kita sebagai orang-orang yang percaya kepada-Nya juga makin teguh dalam iman akan Dia yang memperkenalkan diri, “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh 11:25).

Para saudara, dari bacaan pertama, yakni dari Nubuat Yehezkiel, Tuhan membangkitkan optimisme hidup kepada umat-Nya, Israel, sekalipun mereka telah mati dan dikubur, “Hai umat-Ku! Aku akan membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya… Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, yakni pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu di dalamnya. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke dalam dirimu, sehingga kamu hidup kembali” (Yeh 37:12-14).

“Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke dalam dirimu, sehingga kamu hidup kembali” (ay, 14). Dinyatakan dalam bacaan pertama ini bahwa Roh Tuhan adalah Roh yang menghidupkan (kembali). Tentang hal ini diungkap juga oleh Rasul Paulus dalam bacaan kedua (Rom 8:8-11). Rasul Paulus mengatakan, “Dan jika Roh Allah, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam di dalam dirimu” (ay. 11).

Teks Rom 8:11 ini dikutip oleh Santo Paus Yohanes Paulus II ketika beliau menjelaskan tentang Roh Kudus. “Atas nama kebangkitan Kristus maka Gereja mewartakan kehidupan, yang menyatakan diri melalui batas-batas kematian kehidupan yang lebih kuat daripada kematian. Pada saat yang sama Gereja mewartakan Dia yang memberikan kehidupan: Roh, Pemberi Kehidupan; Gereja mewartakan-Nya dan bekerja sama dengan Dia dalam memberikan kehidupan” (Ensiklik Tuhan Pemberi Hidup, No. 58). Sebab, kata Rasul Paulus, “Tubuhmu memang mati karena dosa, tetapi rohmu hidup karena kebenaran” (ay. 10), yakni kebenaran yang dilaksanakan oleh Kristus yang disalibkan dan “yang pertama bangkit dari antara orang mati” (Kol 1:18; bdk. Why 1:5).

Namun, para saudara yang dikasihi Tuhan, sebelum Kristus disalibkan dan bangkit pada hari yang ketiga sejak Ia dimakamkan, Ia telah membuat sebuah mukjizat atau tanda besar bahkan terbesar dan terakhir, yakni membangkitkan Lazarus, saudara Marta dan Maria (Yoh 11:1-45).

Di depan kubur Lazarus yang berupa sebuah gua yang ditutup dengan batu, Yesus berkata, “Angkatlah batu itu!” (ay. 39a). Atas perintah itu Marta merasa keberatan. Marta memberi alasan Marta kepada Yesus, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati” (ay. 39b). Lalu bagaimana tanggapan Yesus? Kata-Nya kepada Marta, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jika engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?” (ay. 40). Akhirnya batu itu pun diangkat dari pintu kubur.

Para saudara, bahwa Lazarus sudah empat hari meninggal dan dipastikan sudah berbau justru menegaskan bahwa Yesus memiliki kuasa atas kematian. Ia sanggup mengalahkan kematian. Hal itu dinyatakan dengan berdoa di depan kubur Lazarus. Sesudah berdoa (ay. 41-42), Yesus berseru dengan suara keras, “Lazarus, marilah ke luar!” (ay. 43).

Mendengar panggilan dengan suara keras itu lazarus bangkit, lalu ia keluar dari kubur itu, masih dalam keadaan seperti waktu ia dibaringkan dalam kubur: tangan dan kakinya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh (ay. 44). Hal ini menunjukkan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dan kemuliaan Allah ditampakkan dalam kuasa Yesus untuk membangitkan orang mati. Bahkan Yesus menegaskan bahwa Dia sendiri adalah Sang Kebangkitan. Kata-Nya kepada Marta, “Akulah kebangkitan dan hidup. Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” (ay. 25-26).

Para saudara-saudari kekasih Tuhan, mari kita jalani ziarah iman di bumi ini dengan berpegang teguh pada janji Yesus, “Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati.” Mari kita hidup dalam iman akan Yesus, Sang kebangkitan dan hidup. Dengan iman akan Yesus yang dihayati sepanjang hidup kita, kita akan mengalami kebangkitan dari antara orang mati. Bukan untuk bangkit dan hidup di dunia lalu mati lagi, tetapi dibangkitkan dari antara orang mati dan “tidak akan mati selama-lamanya” (ay. 26). Tuhan memberkati! [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pembaruan Dalam Diri" Oleh RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm