Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 15 Juni 2026

Bacaan Liturgis – Pekan Biasa XI, Senin, 15 Juni 2026

  • Bacaan Pertama: Kitab Pertama Raja-Raja 21:1-16

  • Mazmur Tanggapan: Indahkanlah keluh kesahku, ya Tuhan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 5:2-3.5-6.7

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Sabda-Mu adalah pelita bagi kakiku, dan cahaya bagi jalanku. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 5:38-42

Jika Kita Hidup dalam Kasih

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Izebel, istri Ahab, raja Samaria, termasuk orang yang limpah dengan kata-kata tetapi kosong dalam perbuatan baik. Dialah otak pembunuhan terhadap Nabot, seorang Yizreel. Ia punya kebun anggur yang lokasinya berada di samping istana Ahab.

Suatu hari Ahab ingin membeli kebun anggur Nabot untuk dijadikan kebun sayur atau tukar guling dengan kebun anggur yang lain. Kata Ahab kepada Nabot, β€œBerikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur sebab letaknya dekat rumahku. Sebagai gantinya akan kuberikan kebun anggur yang lebih baik, atau jika engkau lebih suka, akan kubayar harga kebun itu dengan uang” (2Raj 21:2).

Atas usulan β€œtukar guling” atau jual-beli tanah kebun tersebut, Nabot menolaknya. Katanya kepada Ahab, β€œSemoga Tuhan mencegah aku memberikan milik pusaka leluhurku kepadamu” (2Raj 21:3). Ia tidak bermaksud untuk menjual atau menukarnya dengan kebun anggur yang lebih baik di tempat lain.

Atas penolakan itu, Ahab menjadi kecewa. Lantas Izebel, dengan idenya yang kreatif sekaligus jahat, membuat surat perintah bermeterai raja agar dengan tuduhan Nabot telah mengutuk Allah dan raja, ia bisa dibunuh dengan dilempari batu sampai mati di luar kota. Dengan begitu, kebun anggurnya bisa diambil sebagai milik Ahab.

Nabot menjadi korban keserakahan dan kejahatan, baik kejahatan verbal, dengan memfitnah Nabot sebagai orang yang telah mengutuk Allah dan raja, maupun dengan kejahatan fisik, melemparinya dengan batu sampai mati, dengan menggunakan tangan-tangan rakyat dan orang-orang dursila.

Dalam Injil hari ini, Yesus minta agar murid-murid-Nya melakukan lebih dari yang dituntut, yang dilandasi oleh hukum kasih, daripada melakukan hukum gigi ganti gigi alias balas dendam.

Kata Yesus dalam khotbah di bukit, β€œKalian mendengar, bahwa dahulu disabdakan, β€˜Mata ganti mata; gigi ganti gigi.’ Tetapi Aku berkata kepadamu, β€˜Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu. Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil” (Mat 5:38-41).

Menjadi murid-murid Yesus mesti sekaligus menjadi anak-anak Allah atau anak-anak Kerajaan Allah. Kita meneladan Yesus, yang walaupun ditampar muka-Nya, Ia tidak membalas dan Ia tetap dihargai Allah. Biar sudah diambil jubah-Nya, Allah menyediakan bagi-Nya sebuah mantol Kerajaan yang indah. Biar diseret hingga di puncak Kalvari oleh musuh-musuh-Nya, Yesus tidak sakit hati; Ia tetap saja didudukkan di sisi kanan Allah yang Maha Kuasa. Inilah teladan Yesus bagi kita, murid-murid-Nya.

Ajaran Yesus hari ini ditegaskan oleh Rasul Paulus demikian, β€œJanganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian, kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Rom 12:17-21).

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, luar biasa nasihat Rasul Paulus tersebut. Inilah artinya menjadi murid Yesus, hidup dalam kasih, bukan dalam kejahatan. Hanya jika kita hidup dalam kasih, kita bisa mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Kita bisa mengganti kata-kata kosong dengan perbuatan baik. Kita bisa mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Itu yang berkenan kepada Tuhan. Maka, mari kita melakukannya setiap hari, mulai hari ini. Tuhan memberkati! [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.