Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Kamis 01 Oktober 2026

Bacaan Liturgis – Pesta Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja, Kamis, 1 Oktober 2026

  • Bacaan Pertama: Yesaya 66:10-14b

  • Mazmur Tanggapan: Jagalah aku dalam damai-Mu, ya Tuhan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 131:1.2.3

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 18:1-5

Melihat semua peristiwa hidup dalam β€˜kaca mata’ iman

Hari ini Gereja katolik di seluruh dunia merayakan pesta salah seorang kudusnya yang luar biasa, yaitu St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus. Dia tidak hanya digelari santa (yang kudus), akan tetapi juga mendapat gelar sebagai pujangga Gereja dan pelindung karya misi di seluruh dunia. St. Theresia menjadi kudus dan inspirasi banyak orang katolik untuk belajar jalan kekudusan dengan β€˜jalan kecil’ yang dia hidupi. Kekudusan itu bukan sesuatu yang muluk-muluk, diawang-awang atau di luar kehidupan konkrit kita. Jalan kekudusan adalah jalan hidup kita sehari-hari. Maka benar ungkapan St Theresia yang mengatakan, β€œDalam keserbabiasaanku, aku mampu mencapai hal yang luar biasa.” Hal yang luar biasa yang dia maksud adalah kekudusan karena mengalami persatuan dengan Tuhan dan mampu mempersembahkan dirinya secara utuh dan penuh kepada Tuhan.

Dalam Injil hari ini Yesus bersabda, β€œJika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Jalan pertama menuju persatuan kita dengan Tuhan adalah menyadari kedosaan dan kelemahan kita serta mengakui dan menyesali semua itu dengan rendah hati di hadapan Tuhan. Kemudian sikap dasar batin kita seperti anak harus menjadi cara hidup kita di hadapan Tuhan. Seorang anak memiliki hati yang mudah bersyukur, percaya sepenuhnya kepada bapa dan ibunya serta tidak menaruh curiga sedikitpun. Seorang anak kecil tidak memiliki sifat ambisius dan rasa bersaing, akan tetapi hati yang selalu menerima segala pemberian dengan suka cita. Begitulah st. Theresia bersikap seperti anak kecil di hadapan kebaikan dan cinta Tuhan yang membentuk dan mengukir hidupnya. Maka sikap ini membentuk dia pribadi yang semakin rendah hati untuk senantiasa menerima kehendak Tuhan dalam semua dinamika hidupnya.

Di zaman sekarang ini, kita sangat sulit bagi manusia untuk mensyukuri hal-hal kecil yang dialami dalam keseharian hidup. Hal yang terlalu biasa dalam hidup menjadi berlalu begitu saja tanpa pemaknaan dan refleksi sehingga tidak memberi makna apa apa dalam hidup. Melalui permenungan Injil dan pesta St. Theresia hari ini kita diajak untuk memiliki kemampuan refleksi dan daya internalisasi yang mandalam dan tajam terhadap semua pengalaman hidup kita sehari-hari. Meskipun nampak sederhana dan biasa-biasa saja pengalaman hidup kita, tetap memiliki jiwa kontemplasi yang mendalam. Daam jiawa kontemplasi kita akan melihat segalanya dengan β€˜kaca mata’ Allah.   

@Rm. Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.