Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 17 Juli 2026

Bacaan Liturgis – Jumat, 17 Juli 2026 (Hari Biasa Pekan XV)

  • Bacaan Pertama: Kitab Yesaya 38:1-6.21-22.7-8

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan, Engkau Telah Menyelamatkan Hidupku

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Yes 38:10.11.12abcd.16

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 12:1-8.

Tegas Dalam Prinsip Tetapi Lemah Lembuh Dalam Perilaku Hidup

Saudari dan saudara, ada ungkapan peribahasa yang bermakna bijaksana dalam Bahasa Latin yang mengatakan, β€˜Fortiter in re, suaviter in modo”, yang berarti: Tegas dalam prinsip tetapi lemah lembut dalam penyampaian. Untuk hidup bijaksana menjalankan hukum dan aturan dalam hidup bersama kita harus belajar dari Yesus bersikap. Yesus mengingatkan kita bahwa hukum dan aturan dibuat untuk melayani manusia dan membantu manusia dalam mewujudkan hidup bersama menjadi mudah, sejahtera serta semua orang mendapatkan hak-haknya secara adil.

Dalam Injil hari ini Yesus menandaskan dengan tegas, β€œAnak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”. Yesus mau mengatakan bahwa Tuhan adalah tuan dari semua aturan yang ada. Maka Tuhan menjadi dasar dan terang dalam menjalankan aturan hidup yang dibuat oleh manusia. Karena Tuhan yang menjadi dasar dan terang dalam semua aspek kehidupan kita, maka cinta kasih dan kelemah-lembutan menjadi β€˜nada dasar’ dalam bersikap.

Kita tidak boleh menjadi orang-orang yang kaku dan keras dalam menjalankan hidup bersama baik aturan hukum dan kegiatan hidup beragama. Terlalu terpaku dan kaku dalam kegiatan liturgis serta ritus-ritus yang tidak menyentuh hal prinsipil akan membuat kita menjadi miskin empati dan tidak menomorsatukan kasih. Semoga kita belajar dari Kristus lebih mengutamakan kasih dari pada kaku dalam menjalankan aturan dan hidup ritual keagamaan kita. Hanya dengan demikian hidup bersama dan hidup rohani kita mampu bertumbuh dan berkembang menuju kepada kepenuhannya.

@RP Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.