Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 30 Agustus 2026

Bacaan Liturgi : Hari Minggu Biasa XXII, Minggu, 30 Agustus 2026

  • Bacaan Pertama : Kitab Yeremia 20:7-9

  • Mazmur Tanggapan : R. Jiwaku haus akan Dikau, ya Tuhan, Allahku.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 63:2.3-4.5-6.8-9

  • Bacaan Kedua : Roma 12:1-2

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Allah Tuhan kita Yesus Kristus menjadikan mata hatimu terang agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Matius 16:21-27

Jangan Takut Memikul Salib

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan sesuatu yang tidak mudah diterima oleh para murid: Ia harus pergi ke Yerusalem, menderita, dibunuh, dan pada hari ketiga dibangkitkan. Mendengar itu, Petrus segera menolak, β€œTuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Petrus sebenarnya mengasihi Yesus. Tetapi ia mengasihi Yesus dengan caranya sendiri. Ia ingin Yesus menjadi Mesias yang kuat, menang, dan bebas dari penderitaan. Petrus belum memahami bahwa jalan keselamatan justru melewati salib.

Karena itu Yesus berkata dengan tegas, β€œEnyahlah, Iblis! Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku.” Bukan karena Yesus tidak mengasihi Petrus, melainkan karena pikiran Petrus sedang menjauh dari kehendak Allah.

Kemudian Yesus mengatakan sesuatu yang juga berlaku bagi kita: β€œSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Menjadi murid Yesus bukan berarti hidup kita akan bebas dari masalah. Ada salib dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, kesehatan, relasi dengan sesama, bahkan dalam perjuangan untuk tetap setia kepada Tuhan. Salib itu tidak selalu kita pilih, tetapi kita dapat memilih bagaimana kita memikulnya: dengan mengeluh dan memberontak, atau dengan iman dan kasih.

Yesus tidak meminta kita mencari penderitaan. Tetapi ketika penderitaan datang sebagai bagian dari kesetiaan kita kepada kebaikan dan kebenaran, Yesus mengajak kita untuk tidak melarikan diri.

Menarik bahwa Yesus juga berkata, β€œBarangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Dunia sering berkata: β€œCarilah dirimu sendiri, utamakan kepentinganmu, kejarlah kenyamananmu.” Tetapi Yesus mengajarkan sebaliknya: ketika kita berani memberikan diri dalam kasih, justru di situlah kita menemukan kehidupan yang sejati.

Maka hari ini kita dapat bertanya kepada diri sendiri: Salib apa yang sedang Tuhan percayakan kepadaku? Dan bagaimana aku memikulnya bersama Yesus?

Janganlah kita memikul salib sendirian. Datanglah kepada Yesus. Sebab salib yang dipikul bersama Kristus tidak pernah menjadi sia-sia. Di balik salib ada kebangkitan; di balik kesetiaan ada kehidupan; dan di balik pengorbanan yang dilakukan dalam kasih, Tuhan menyediakan keselamatan.Tuhan tidak menjanjikan jalan yang selalu mudah, tetapi Ia berjanji untuk berjalan bersama kita.

Doa:

Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk setia mengikuti-Mu, terutama ketika jalan hidup terasa berat. Berilah kami kekuatan untuk menyangkal diri, memikul salib, dan tetap percaya kepada kehendak-Mu. Jangan biarkan kami melarikan diri dari salib yang harus kami pikul, tetapi mampukan kami menjalaninya dengan iman, kasih, dan pengharapan. Semoga melalui setiap pengorbanan kami, hidup kami semakin menyerupai-Mu. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.