Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Kamis 09 April 2026

Bacaan Liturgis – Kamis Dalam Oktaf Paskah, Kamis, 09 April 2026

  • Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 3:11-26

  • Mazmur Tanggapan: Betapa megah nama-Mu Tuhan di seluruh bumi.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 8:2ab.5.6-7.8-9

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya. Alleluya

  • Bacaan Injil: Lukas 24:35-48

Kebangkitan Kristus Membawa Pertobatan Sejati

Sebelum mengalami kebangkitan Kristus, sikap dan perilaku para rasul sangat penakut. Iman mereka yang masih mendangkal membuat mereka menjadi penakut menghadapi banyak tekanan orang banyak. Sikap ini membuat murid Yesus tega untuk menyangkal-Nya dan lari ketakutan untuk bersembunyi. Pada hari ketiga setelah wafat Yesus di salib, Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada para rasul. Yesus datang menjumpai para rasul tidak membawa sikap marah, kecewa, dendam dan rasa benci. Setiap kali Dia menampakkan diri, sapaan pertama yang Yesus katakan ialah: “Damai Sertamu”. Sebuah sapaan yang mengungkapan pengampunan, persahabatan dan pengharapan akan masa depan persekutuan orang-orang kristiani.

Peristiwa kebangkitan Yesus memberikan refleksi yang sangat mendalam bahwa kita bahwa Yesus sungguh-sungguh Allah yang menampakkan wajah Allah Bapa yang sebenar-benarnya di dunia ini. Kebangkitan Kristus dan sapaan-Nya kepada manusia kembali setelah disalibkan, menunjukkan kepada kita akan kerahiman Allah yang tak terbatas. Allah kita adalah Allah yang penuh belas kasih, penuh kerahiman dan pengampunan. Ketika manusia banyak berbuat dosa, berbuat provokasi dan persekongkolan jahat terhadap Tuhan dan sesama, Allah tetap memberikan pengampunan dan sabar menantikan pertobatan kita. Betapa kita bersyukur memiliki Allah yang penuh bekas kasih dan maha pengampun. Semoga kerahiman-Nya mendorong kita untuk serius menjalankan pertobatan kita terus-menerus.

@RP. Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pertobatan untuk merawat bumi, Rumah kita bersama" Oleh RP Agustinus Ari Pawarto, O.Carm