Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 10 Agustus 2026

Bacaan Liturgi : Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir, Senin, 10 Agustus 2026

  • Bacaan Pertama : Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 9:6-10

  • Mazmur Tanggapan : R. Orang baik menaruh belas kasihan, dan memberi pinjaman.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 112:1-2.5-6.7-8.9

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Akulah terang dunia, siapa saja mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai terang hidup. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Yohanes 12:24-26

Berkorban

Ada pepatah Jawa yang mengatakan : โ€˜Jer basuki mawa beyaโ€. Artinya bahwa untuk mendapatkan atau mewujudkan apa yang dicita-citakan dibutuhkan biaya, pengorbanan dan perjuangan. Pandangan ini sejak awal sudah disadari oleh Yesus. Sejak awal Yesus sudah menyadari bahwa tugas perutusan yang dipercayakan Bapa kepada-Nya, tidak hanya menuntut suatu kesetiaan, tetapi juga pengorbanan. Tidak hanya pengorbanan tenaga, waktu dan kemampuan yang dimiliki-Nya, tetapi juga pengorbanan nyawa-Nya di kayu salib. Hanya dengan demikian Dia dapat menebus dosa dan menyelamatkan umat manusia.

Berkat sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya dari mati, umat manusia dimatikan dari dosa dan memperoleh kehidupan baru di dalam Dia. Yesus bersabda, โ€œJikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati ia tetap satu biji saja, tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah.โ€(Yoh 12 : 24).

Apa yang dihayati oleh Yesus juga dihayati oleh para murid dan orang-orang kudus. Mereka tidak hanya setia mengikuti Yesus, tetapi juga mau berkorban, menderita bahkan mati demi Yesus, demi umat yang mereka layani dan demi nilai-nilai luhur yang mereka yakini dan imani. Namun justru berkat kesetiaan dan pengorbanan mereka, mereka mampu mewujudkan kekudusan dan menjadi berkat bagi sesama. Dan darah yang mereka tumpahkan menjadi ladang yang subur bagi perkembangan iman kritiani. Kesetiaan dan pengorbanan mereka dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk meneladani hidup mereka.

Sebagai murid Yesus kita diharapkan setia mengikuti-Nya. Bukan hanya pada saat suka, tetapi juga pada saat duka. Mau menanggung penderitaan kita dengan tabah. Mau melayani Dia dalam diri sesama dengan penuh cinta. Bahkan rela mengorbankan nyawa demi Tuhan Yesus Kristus. Hanya dengan demikian kita akan mampu mewujudkan kekudusan dan menjadi berkat bagi sesama.

Doa :

Allah Bapa yang Mahabaik, bantu kami agar kami dapat setia mengikuti Putra-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Bukan hanya pada saat kami mengalami kebahagiaan, tetapi juga ketika kami mengalami penderitaan. Mau menanggung penderitaan dengan tabah, mau melayani sesama dan berkorban demi Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.