Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 04 November 2026

Bacaan Liturgi : PW St. Karolus Borromeus, Uskup, Rabu, 04 November 2026

  • Bacaan Pertama : Filipi 2:12-18

  • Mazmur Tanggapan :R. Tuhan adalah terang dan keselamatanku.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mzm 27:1.4.13-14

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Berbahagialah kalian bila dinista karena nama Kristus, sebab Roh Allah ada padamu. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 14:25-33

Berani Memanggul Salib

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan suatu ajakan yang sangat tegas kepada orang banyak yang mengikuti-Nya: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Yesus ingin mengingatkan bahwa menjadi murid-Nya bukan sekadar ikut ramai-ramai, bukan hanya karena kita ingin memperoleh berkat dan pertolongan Tuhan. Menjadi murid Kristus berarti berani menjadikan Yesus sebagai yang utama dalam hidup kita, bahkan ketika kita harus menghadapi kesulitan, pengorbanan, dan tantangan.

Yesus juga mengajak kita untuk menghitung dahulu biaya yang harus dikeluarkan sebelum membangun sebuah menara. Artinya, mengikuti Yesus membutuhkan kesungguhan, komitmen, dan kesetiaan. Iman bukan hanya semangat sesaat, tetapi keputusan yang harus diperbarui setiap hari.

Hari ini Gereja memperingati Santo Karolus Borromeus, seorang uskup yang memberikan teladan luar biasa dalam kesetiaan mengikuti Kristus. Ia dikenal sebagai gembala yang penuh perhatian terhadap umatnya. Di tengah berbagai tantangan Gereja pada zamannya, ia tidak mencari kenyamanan diri sendiri, melainkan rela berkorban demi pembaruan Gereja dan keselamatan umat yang dipercayakan kepadanya.

Dari Santo Karolus Borromeus, kita belajar bahwa menjadi pengikut Kristus berarti berani memberikan diri bagi orang lain. Iman harus tampak dalam tindakan nyata: kesediaan melayani, mengampuni, memperhatikan mereka yang menderita, dan tetap setia meskipun pelayanan tidak selalu mudah.

Marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah Yesus sungguh menjadi yang utama dalam hidup kita? Ataukah kita hanya mengikuti Dia ketika segala sesuatu berjalan baik dan sesuai dengan keinginan kita?

Semoga melalui teladan Santo Karolus Borromeus, kita semakin berani memikul salib kehidupan, setia dalam panggilan, dan tidak pernah lelah melayani Tuhan melalui sesama.

Sebab, menjadi murid Kristus bukan terutama tentang seberapa banyak yang kita miliki, melainkan seberapa besar kita bersedia memberikan diri karena kasih kepada-Nya. Amin.

Doa:

Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas teladan Santo Karolus Borromeus yang setia mengikuti Kristus dan dengan penuh kasih melayani Gereja-Mu.

Bimbinglah kami agar berani menjadikan Yesus sebagai yang utama dalam hidup kami. Kuatkanlah kami untuk memikul salib kehidupan dengan iman, kesabaran, dan kasih.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.