Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Selasa 01 September 2026

Bacaan Liturgis – Pekan Biasa XXII, Selasa, 01 September 2026

  • Bacaan Pertama: 1 Korintus 2:10b-16

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan itu adil dalam segala tindakan-Nya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.10-11.12-13ab.13cd-14

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 4:31-37

Yang Kudus dari Allah

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Rasul Paulus berkata, β€œKita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita” (1Kor 2:12). Rasul Paulus benar, seperti kita baca dari bacaan pertama hari ini, bahwa memang kita tidak menerima roh dunia. Tetapi, kita menerima roh yang berasal dari Allah, yakni Roh Allah atau Roh Kudus. Dialah yang memberikan pencerahan kepada kita sehingga kita tahu apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

Dalam hal ini kita bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan kepada kita Roh-Nya sendiri. Seperti dicatat oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, β€œDan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Rom 5:5).

Jadi, oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita, kita menjadi tahu dan mengalami kasih Allah yang telah dicurahkan di dalam hati kita. Roh Kudus mengajar kita. Dia mengingatkan kita. Dia menyadarkan kita akan sebuah realitas bahwa hati kita telah diisi oleh kasih Allah. Hati kita atau roh kita boleh mengalami atau bahkan dikuasai oleh kasih Allah. Sunguh, luar biasa bukan?

Roh Kudus telah mengajar kita sehingga kita tahu dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Kata Rasul Paulus, β€œTidak ada seorang pun yang dapat mengaku: β€œYesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus” (1Kor 12:3). Roh Kudus pula yang mengajar dan mengingatkan kita sehingga kita tahu dan percaya bahwa Allah adalah Bapa kita. Kata Rasul Paulus, β€œSemua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah… Oleh Roh itu kita berseru, β€˜Ya Abba, ya Bapa!’” (Rom 8:14-15). Dalam hal ini, peranan Roh Kudus amat penting bagi hidup kita sebagai anak-anak Allah dan sebagai orang-orang yang telah percaya kepada Yesus, Putra Allah.

Dalam Injil hari ini (Luk 4:31-37) kita membaca dan mendengar kisah seorang yang kerasukan setan. Orang ini dikuasai oleh setan atau roh jahat, bahkan bukan hanya satu roh tetapi banyak roh jahat sehingga penginjil menyebut β€œroh-roh jahat” (ay. 36). Namanya saja setan atau roh jahat, maka yang ia atau mereka kerjakan adalah kekerasan dan kejahatan, seperti β€œmenghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak” (ay. 35b).

Kata β€œmenghempaskan” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya mencampakkan, membantingkan, atau menjatuhkan kuat-kuat. Jadi, ada unsur kekerasan di dalam tindakan menghempaskan itu, dan itulah yang dilakukan oleh roh jahat yang merasuk dalam tubuh seseorang, seperti dikisahkan dalam Injil.

Anehnya, di hadapan Yesus, setan yang merasuk dalam tubuh orang itu merasa terancam keselamatannya. Sehingga, ia berteriak dan menggertak Yesus, katanya, β€œHai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah” (ay. 34). Setan itu berbicara kepada Yesus dengan menggunakan kata ganti β€œkami” dan β€œaku”. Dia menyebut kata β€œkami” karena memang banyak, berupa β€œroh-roh jahat”. Namun, dia juga menyebut β€œaku” yang berbicara atas nama roh-roh jahat.

Para saudara, ada hal yang menarik yaitu bahwa setan menyebut Yesus, orang Nazaret itu, sebagai β€œYang Kudus dari Allah”. Setan tahu itu. Dari manakah dia tahu? Entahlah! Yang jelas, setan tahu persis bahwa Yesus adalah β€œYang Kudus dari Allah” (ay. 34).

Lantas bagaimana dengan kita? Apakah kita juga tahu bahwa Yesus adalah β€œYang Kudus dari Allah”? Kita harus tahu, jangan sampai kita tidak tahu alias kalah pengetahuan dengan setan. Kalau kita tidak atau belum tahu, kita harus belajar, belajar dan belajar katekese tentang Yesus, supaya kita tahu siapa Dia. Namun, setelah tahu, kita mesti mengimani, percaya akan apa yang kita tahu tentang Yesus sebagai β€œYang Kudus dari Allah”.

Kita perlu tahu dan percaya bahwa Yesus adalah β€œYang Kudus dari Allah” seperti yang dialami oleh Rasul Petrus. Seperti ketika banyak murid Yesus yang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia, Yesus bertanya kepada kedua belas murid-Nya, β€œApakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh 6:67). Simon Petrus spontan menjawab, β€œTuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (ay. 68-69).

Setan tahu bahwa Yesus adalah β€œYang Kudus dari Allah”. Simon Petrus juga tahu bahwa Yesus adalah β€œYang Kudus dari Allah”. Tetapi, satu hal yang membedakan dari keduanya ialah bahwa Simon Petrus telah percaya, sehingga dia berkata β€œdan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah”. Setan hanya tahu dan tidak pernah percaya akan Yesus sebagai β€œYang Kudus dari Allah”.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, apa yang kita tahu tentang Yesus, juga tentang Yesus sebagai β€œYang Kudus dari Allah” harus juga kita percaya, kita imani dan hidupi dalam keseharian kita. Sebab, Dialah hidup kita (Kol 3:4). Dalam hal ini, kita harus berani tampil beda, jangan pernah sama dengan setan yang hanya tahu tentang Yesus tetapi tidak percaya.

Oleh sebab itu, bersama Rasul Petrus mari kita berkata kepada Yesus, β€œTuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (ay. 68-69). Mari kita juga berkomitmen untuk setia mengikuti Yesus, orang Nazaret itu, sebagai β€œYang Kudus dari Allah”. Tuhan memberkati! [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.