Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Selasa 03 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Pekan Biasa IV, Selasa, 3 Februari 2026


  • • Bacaan Pertama : 2 Samuel 18:9-10.14b.24-25a.30.31b-33;19:1-3
    • Mazmur Tanggapan : R : Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan jawablah aku.
    • Ayat Mazmur Tanggapan : Mzm 86:1-2.3-4.5-6
    • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita. Alleluya.
    • Bacaan Injil : Markus 5: 21-43

Selalu Ada Harapan

Apa yang sepertinya tidak ada harapan bagi manusia, tidaklah demikian bagi Tuhan. Di dalam Tuhan selalu ada pengharapan. Bacaan Injil yang kita dengar pada kesempatan ini menunjukkan hal itu. Ada dua perempuan yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini, yaitu anak perempuan Yairus dan perempuan yang menderita sakit pendarahan. Keduanya sama-sama menderita sakit yang sepertinya tidak ada harapan untuk sembuh. Anak perempuan Yairus sakit keras dan kemudian meninggal sebelum Yesus menyembuhkan sakitnya. Sementara perempuan yang menderita sakit pendarahan itu sudah menderita dua belas tahun. Dia sudah mengusahakan pengobatan kepada berbagai tabib sampai menghabiskan uangnya, tetapi tidak ada faedahnya malah keadaannya semakin memburuk. Kendati demikian perempuan yang menderita sakit pendarahan itu tidak putus asa. Dia percaya kalau dia menjamah jubah Yesus, Dia akan sembuh. Dan memang setelah dia menjamah jubah Yesus, pendarahan berhenti, dan ia merasa sudah sembuh dari sakitnya. Hal yang sama juga dialami oleh kepala rumah ibadat. Kendati anak perempuannya yang sakit keras kemudian mati, dia tidak putus asa. Dia mengikuti perkataan Yesus untuk percaya kepada-Nya. Dan memang berkat kepercayaannya kepada Yesus, akhirnya Yesus membangkitkan anak perempuannya dari kematian. Bisa dibayangkan betapa bahagianya kepala rumah ibadat itu melihat anaknya yang mati kini hidup kembali.

Dari kisah penyembuhan perempuan yang menderita sakit pendarahan dan kebangkitan anak Yairus dari kematiannnya, kita dapat menarik pelajaran bahwa dalam Yesus selalu ada pengharapan. Asal kita mau berusaha dengan segenap kemampuan kita dan menyandarkan harapan kita kepada Tuhan Yesus.Percaya bahwa Tuhan Yesus mampu melakukan segala sesuatu yang mustahil bagi manusia, maka kita akan menyaksikan pemulihan dan sukacita dalam hidup kita. Dia akan mengubah segala sesuatu menjadi baru.

Marilah berdoa :

Allah Bapa yang Mahabaik, Engkau telah menunjukkan kemurahan-Mu melalui Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Bantu kami untuk senantiasa percaya dan menaruh pengharapan di dalam Dia, agar kami senantiasa mengalami pemulihan dan sukacita dalam hidup kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm