Renungan Harian

Renungan Harian 17 September 2026

Bacaan Liturgis – Pekan Biasa XXIV, Kamis, 17 September 2026

  • Bacaan Pertama: 1 Korintus 15:1-11

  • Mazmur Tanggapan: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1-2.16ab-17.28

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 7:36-50

Belajar Banyak Berbuat Kasih

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, apakah Anda adalah seorang (wanita) yang terkenal? Terkenal di lingkungan Gereja, wilayah atau komunitas kategorial, atau paroki atau di tempat kerja? Lantas terkenal sebagai apa atau di bidang apa jika dikaitkan dengan profesi atau pelayanan sehari-hari?

Seorang yang terkenal bisa mendatangkan kebanggaan dalam dirinya, bisa juga mendatangkan banyak cuan namun juga bisa menjadi beban tersendiri. Seperti dialami oleh seorang wanita yang terkenal, yang dikisahkan dalam Injil hari ini. Penginjil menulis, “Di kota itu ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa” (Luk 7:37). Dia terkenal tetapi dalam hal berdosa. Apakah hal ini tidak menjadi beban bagi dirinya. Oh pasti!

Saudara bisa membayangkan bagaimana situasi batin wanita itu. Ia terkenal bukan sebagai seorang yang cantik, atau seorang yang suci, yang rajin beribadah, yang kaya dalam kebajikan dan sangat perhatian kepada orang kecil, tetapi sebagai seorang berdosa.

Lukas tidak menyebut lokasi, di mana ia tinggal. Penginjil juga tidak menyebut nama wanita terkenal itu. Apakah karena bukan hal penting untuk dipublikasikan?

Dalam pandangan banyak orang zaman ini sangat mengherankan dan tidak mungkin seseorang yang viral dan terkenal tidak disebut namanya. Namun, dengan tidak menyebut identitas, kisah yang anonim, membuat kisah tersebut terbuka dan berlaku bagi siapa saja di segala zaman. Bahwa sekalipun seseorang itu terkenal dalam hal buruk, suatu saat bisa saja ia menunjukkan suatu perbuatan yang tidak seburuk yang diviralkan dan karenanya menjadi buah tutur banyak orang.

Sesuatu yang terkenal, yang terjadi dalam banyak orang, bisa menjadi kesempatan untuk melihat dan berefleksi diri lebih dalam tentang siapa dirinya. Selain itu, ia bisa memikirkan tentang apa yang harus dilakukan sehingga hidupnya bisa berubah dan sekaligus mengubah cara pandang banyak orang.

Para saudara yang dikasihi Tuhan, wanita itu terkenal sebagai orang berdosa. Namun, tidak ada satu bukti pun yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang wanita tuna susila. Mungkin saja ia adalah seorang yang terjerat utang yang tak terbayar sebagaimana dapat disimpulkan dari perumpamaan Yesus (ay. 41-43). Yang jelas, melalui kisah ini Lukas tidak mau menuliskan biografi sang wanita terkenal tersebut. Bisa jadi, Lukas ingin menyampaikan suatu pesan kepada siapa pun di sepanjang zaman, juga untuk kita saat ini.

Di mata Yesus, wanita itu terkenal sebagai orang berdosa karena memang dosanya banyak (lih. ay. 47). Namun, wanita yang banyak dosanya itu tidak lantas menjadi objek tontonan atau alasan untuk melakukan tindak perudungan baginya. Yesus justru ingin segera membarui hidup wanita itu. Itulah sebabnya, “Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, ‘Dosamu telah diampuni’” (ay. 48).

Apa yang menggerakkan hati Yesus sehingga wanita yang terkenal sebagai orang berdosa tersebut diampuni dosanya? Kepada Simon, seorang Farisi yang mengundang Yesus makan di rumahnya, Yesus berkata, “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih” (ay. 47a).

Ungkapan “telah diampuni” artinya “telah diampuni oleh Allah”. Tidak dijelaskan kapan dan pada kesempatan apa dosa yang banyak dari wanita itu diampuni. Meski demikian, Yesus telah menunjukkan kepada Simon bahwa wanita itu telah mampu menyatakan kasih yang luar biasa kepada Yesus bukan karena ia telah banyak berdosa, tetapi karena ia sadar betapa ia yang terkenal sebagai orang berdosa itu memerlukan pengampunan dosa. Itulah sebabnya ia datang kepada Yesus, mendekatkan diri kepada-Nya.

Dengan datang kepada Yesus, mendekatkan diri kepada-Nya, ia bisa mendengar dari Yesus sendiri bahwa ia sudah diampuni oleh Allah. Melalui Yesus dan di dalam Dia, wanita itu mengalami kepastian bahwa Allah telah mengampuni dosanya yang banyak itu. Allah telah mengubah hidupnya dan membalikkan keadaan: Dari terkenal sebagai orang berdosa menjadi terkenal sebagai orang yang banyak berbuat kasih.

Para saudara yang dikasihi Tuhan yang berbelas kasih, hanya dari Yesus kita tahu bahwa seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa kini menjadi seorang yang banyak berbuat kasih. Dari kenyataan ini kita pun bisa belajar dari wanita itu. Kita belajar hidup dalam kasih akan Yesus dan sesama. Kita belajar banyak berbuat kasih seorang akan yang lain. Seperti dinasihatkan oleh Rasul Petrus, “Tetapi yang terutama: Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” (1Ptr 4:8; bdk. Luk 7:47). Mari kita belajar mulai dari sekarang! [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]