Renungan Harian

Renungan Harian 02 Juni 2025

Bacaan Liturgis – Pekan VII Paskah, Senin, 02 Juni 2025

  • Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 19:1-8

  • Mazmur Tanggapan: Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7ab

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Alleluya

  • Bacaan Injil: Yohanes 16:29-33

Renungan Singkat : IMAN, KEKUATAN UNTUK BERTAHAN

Iman adalah keputusan untuk memercayakan hidup kepada Tuhan secara total. Percaya bahwa Tuhan memelihara dan menyelenggarakan hidup kita. Ketika kita beriman, bukan kita berpikir hidup tanpa tantangan tetapi Tuhan pasti menolong kita di dalamnya. Iman semacam inilah yang dialami oleh para murid. Setelah sekian lama bersama Yesus, akhirnya mereka mengetahui secara lebih mendalam tentang Dia dan percaya kepada-Nya. “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah” (Yoh.16:30). Para murid semakin mengerti dengan sungguh-sungguh bahwa Yesus adalah Sang Mesias, Anak Allah yang Mahatinggi. Awalnya, para murid berpikir sudah mengerti, tetapi sebenarnya pemahaman mereka sangat kurang. Namun akhirnya pernyataan mereka mengenai Tuhan Yesus adalah benar. Memang Dia mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Lagipula memang benar bahwa Dia datang dari Allah. Namun mereka belum mengerti bahwa "Firman itu adalah Allah”. Ketika para murid percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, Allah Bapa mengasihi mereka dan tinggal bersama mereka (Yoh.16:27).

Setelah itu, Yesus menyampaikan kepada mereka bahwa saatnya telah tiba, mereka akan diceraiberaikan ke tempatnya masing-masing dan mereka akan meninggalkan Yesus. Di hadapan para murid ini, Yesus seolah ingin memastikan iman mereka kepada-Nya. Mengapa? Karena nanti iman mereka akan diuji dengan peristiwa penangkapan Yesus. Mereka akan hidup dalam ketakutan. Namun, Yesus juga meneguhkan hati mereka dengan memberikan kepastian bahwa Ia telah mengalahkan dunia ini dengan segala kejahatannya. “Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh.16:32-33).

Apa yang dapat kita renungkan bagi hidup hari ini? Iman itu menguatkan hati setiap orang yang percaya kepada Yesus. Dimana ada hati yang percaya di situ ada kekuatan Tuhan. Mari kita percaya! Maka hati akan melihat karya-karya Tuhan yang besar. Dalam setiap pergumulan hidup kita tidak dipanggil untuk meninggalkannya atau lari daripadanya. Yang Tuhan minta dari kita ialah kemauan untuk bertahan di dalamnya. Kita hendaknya menghadapinya bahkan memikulnya dengan setia kepada-Nya. Percayalah, hidup kita bukan kekuatan sendiri. Itu semua karena kekuatan Tuhan di dalamnya. Hidup perkawinan, komunitas dan pelayanan di tengah masyarakat akan terus menjadi pengalaman yang membahagiakan bila ditopang oleh iman akan Yesus. Mari kita renungkan nasihat Santo Paulus ini, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Kor.15:58). Semoga Roh Kudus senantiasa menyertai kita semua, amin.

[RP Manaek Martinus Sinaga, O.Carm]